Kamis Pon-an, Pamong Kalurahan Beji Kenakan Busana Gagrak Ngayogyakarta

Dina Tri Lestari 08 Oktober 2026 14:10:18 WIB

Beji, Gunungkidul – Dalam rangka melestarikan dan nguri-uri budaya Jawa, Pamong Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul secara rutin mengenakan busana Gagrak Ngayogyakarta setiap Kamis Pon.

Penggunaan busana adat tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan untuk berpakaian tradisional Jawa di lingkungan instansi pemerintahan DIY. Hal ini juga bagian dari upaya Pemerintah Kalurahan Beji untuk menjaga keberadaan budaya dan tradisi Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam lingkungan pemerintahan kalurahan. Setiap Kamis Pon, para Pamong Kalurahan Beji mengenakan busana Gagrak Ngayogyakarta saat melaksanakan aktivitas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penerapan penggunaan busana adat ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal serta memperkuat identitas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan mengenakan busana Gagrak Ngayogyakarta, para Pamong Kalurahan turut memberikan contoh bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, penggunaan busana adat juga diharapkan dapat memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Jawa kepada generasi muda. Budaya tidak hanya dilestarikan melalui kegiatan seni dan tradisi, tetapi juga melalui penggunaan busana adat dalam aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial